9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia

Bagikan artikel ini:

Makanan Khas Vietnam – Tahukah Anda bahwa di Vietnam terdapat sejumlah hidangan yang memiliki kesamaan dengan makanan khas Indonesia? Bahkan beberapa di antaranya memiliki kesamaan yang mencolok, baik dari segi penampilan maupun komposisi bahan. Ketika Anda mengunjungi Vietnam, Anda akan menemukan hidangan-hidangan ini sangat cocok dengan selera makanan orang Indonesia. Jadi, apa saja makanan Vietnam yang memiliki kemiripan dengan kuliner Indonesia? Mari kita eksplorasi!

Com Rang – Nasi Goreng ala Vietnam

9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia - Com Rang
9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia – Com Rang

Di Indonesia, nasi goreng adalah makanan pokok yang sering dinikmati baik saat pagi maupun malam hari. Yang mengejutkan, nasi goreng juga menjadi hidangan yang populer di Vietnam dengan nama Com Rang. Com Rang adalah versi nasi goreng makanan khas Vietnam yang memiliki akar dari masakan tradisional Vietnam yang disebut Nasi Merah. Nasi Merah ini memiliki cita rasa tomat dan biasanya disajikan dengan berbagai macam daging dan hidangan utama lainnya, menyerupai cara pembuatan Nasi Merah Meksiko.

Com Rang termasuk dalam kategori masakan rumahan di Vietnam. Nasi goreng makanan khas Vietnam ini juga mencerminkan filosofi Wu Xing yang melibatkan lima elemen rasa, yaitu manis, asin, pedas, asam, dan pahit. Seperti nasi goreng pada umumnya, Com Rang dibuat dengan menggoreng nasi yang sudah matang di atas wajan, lalu ditambahkan dengan telur, sayuran, dan daging.

Nasi goreng ini seringkali dibuat dengan menggunakan sisa-sisa bahan dari masakan sebelumnya, sehingga ada berbagai variasi Com Rang yang tak terhitung. Bahan tambahan lainnya tergantung pada selera pribadi dan ketersediaan. Restoran-restoran di Vietnam seringkali menggunakan berbagai macam bahan, seperti kacang polong, udang, ham cincang, putih telur rebus, atau bahkan wortel.

Com Rang adalah hidangan nasi goreng yang lezat, terutama jika Anda menambahkan berbagai jenis lauk. Karena Com Rang selalu diisi dengan berbagai bahan tambahan sebagai pelengkapnya, maka hidangan ini juga memiliki nilai gizi yang baik, sehingga dapat menjadi pilihan menu makan malam yang lengkap dan sederhana, mirip dengan nasi goreng yang populer di Indonesia.

Bò Lắc Lắc – Hidangan Sapi Oseng Vietnam

9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia – Bò Lắc Lắc

Bò lắc lắc atau Beef Lok Lak dalam bahasa Khmer adalah hidangan daging sapi oseng yang memiliki kesamaan dengan kuliner Indonesia, yaitu daging sapi lada hitam. Bo luc lac adalah hidangan yang terinspirasi dari Prancis yang melibatkan rendaman daging sapi dalam saus kedelai, kemudian ditumis dengan cepat bersama bawang putih, bawang merah, dan mentega.

Secara harfiah, Bò lắc lắc dalam bahasa Vietnam berarti “sapi yang goyang” atau lebih tepatnya “sapi oseng”. Nama ini merujuk pada proses memasak bo luc lac, yang melibatkan pengosengan daging secara konstan di atas wajan. Bentuk potongan daging sapi yang menyerupai dadu juga berperan dalam pemberian nama ini. Dalam Bahasa Vietnam, hột lắc lắc berarti bermain dadu, itulah sebabnya daging sapi ini dinamakan bò lắc lắc.

Untuk membuat hidangan daging sapi lada hitam makanan khas Vietnam ini, daging sapi dioseng di atas wajan, lalu disajikan di atas selada atau selada air, disertai dengan potongan tomat, irisan bawang bombay, dan mentimun sebagai tambahannya. Bo luc lac memiliki rasa yang lezat dan bisa dinikmati sebagai hidangan pembuka atau bersama dengan nasi kukus untuk hidangan utama.

Baca Juga  11 Masakan Yang Menggunakan Pala Sebagai Bahan Dasar

Dahulu, daging sapi di Vietnam dianggap sebagai bahan makanan mewah, sehingga hidangan bo luc lac hanya disajikan pada acara perayaan seperti pernikahan, ulang tahun, dan sebagainya. Namun, saat ini, bo luc lac dapat ditemukan di banyak restoran Vietnam dan dinikmati oleh masyarakat luas.

Cháo Gà – Bubur Ayam Vietnam

9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia – Cháo Gà

Mengkonsumsi bubur ayam di pagi hari memberikan energi yang baik untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Bubur ayam memiliki cita rasa yang lezat dan menghangatkan, dengan berbagai pilihan topping yang dapat ditambahkan. Di Vietnam, terdapat hidangan serupa yang dikenal dengan nama Cháo Gà. Cháo gà adalah bubur ayam Vietnam yang terbuat dari beras yang dimasak dalam kaldu ayam, dengan tambahan bumbu seperti bawang merah dan jahe, menjadikannya hidangan yang lezat dan sehat.

Hidangan bubur autentik ini dapat diperkaya dengan berbagai jenis protein sesuai selera. Chao ga dapat disajikan dengan potongan ayam, telur, telur asin, ikan, babi, dan lainnya. Namun, umumnya chao ga disajikan dengan suwiran daging ayam. Bubur ayam makanan khas Vietnam ini juga diberi sentuhan taburan bawang merah, daun bawang, lada hitam tumbuk, serta daun ketumbar. Untuk cita rasa yang lebih otentik, Anda dapat menyajikannya bersama dengan ketumbar Vietnam (Rau Răm) dan saus celup garam lada serta jeruk nipis.

Cháo Gà Vietnam adalah hidangan bubur nasi ayam yang bergizi dan aromatik. Dengan rasanya yang hangat dan menenangkan, mangkuk chao ga seringkali diperuntukkan untuk orang yang sedang sakit, lansia, atau bayi yang belum mampu mengonsumsi makanan padat. Namun, Anda tetap dapat menikmati chao ga kapan saja, terutama saat cuaca dingin untuk merasakan hangatnya hidangan ini.

Cá Kho To – Hidangan Ikan Karamel Vietnam

9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia - Cá Kho To
9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia – Cá Kho To

Cá Kho To adalah makanan khas Vietnam yang menghadirkan ikan yang dikaramelkan dengan menggunakan kecap ikan. Tampilan dari Cá Kho To mirip dengan hidangan ikan yang dimasak dengan kecap dan tauco. Proses memasak makanan ini dilakukan dengan metode tradisional, yaitu dengan merebusnya di dalam panci yang terbuat dari tanah liat.

Di Vietnam, istilah “Kho” digunakan secara umum untuk merujuk pada hidangan protein yang direbus dan dikaramelkan dengan kecap ikan. Jenis protein yang bisa digunakan termasuk ikan, ayam, udang, perut babi, dan tahu. Cá kho to memiliki warna coklat yang khas akibat dari proses karamelisasi gula dan hidangan ini dimasak hingga kelebihan cairan meresap ke dalam daging ikan.

Proses memasak Cá Kho To menghasilkan kuah yang tidak terlalu banyak, karena cairannya meresap sepenuhnya ke dalam daging ikan. Rasanya yang lezat membuat Cá Kho To cocok sebagai lauk yang disantap bersama nasi putih hangat. Hidangan ini sering ditemukan dalam masakan rumahan di Vietnam dan seringkali disajikan dengan berbagai jenis sayuran segar dan rebus yang digunakan untuk mencelupkan ke dalam kuahnya.

Chả Cá Lã Vọng – Hidangan Ikan Makanan Khas Vietnam

9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia - Chả Cá Lã Vọng
9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia – Chả Cá Lã Vọng

Chả cá Lã Vọng adalah hidangan tradisional yang berasal dari Hanoi, Vietnam. Cha ca la vong ini adalah hidangan tradisional yang khas karena bumbunya yang terbuat dari kunyit dan dill, membuatnya mirip dengan hidangan ikan goreng bumbu kuning yang umumnya ditemukan di Indonesia. Hidangan tradisional ini juga mendapatkan sentuhan tambahan dari bumbu balacan dan cabai, memberikan rasa pedas yang khas.

Makanan Vietnam ini dapat menggunakan berbagai jenis ikan, seperti ikan lele, ikan nila, atau ikan cod. Ikan tersebut direndam dalam campuran bumbu dan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, minyak, saus ikan, dan terasi. Cha ca la vong kemudian disajikan dalam potongan kecil, bukan dalam bentuk ikan utuh seperti yang biasa ditemukan di Indonesia. Biasanya, hidangan ini dihiasi dengan dill sebagai tambahan penyajian yang khas.

Baca Juga  Mengenal dan Cara Membuat Ajitama: Telur Ramen Jepang

Bánh Cam – Onde-onde Vietnam

9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia - Bánh Cam
9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia – Bánh Cam

Bánh Cam adalah sejenis makanan penutup yang berasal dari bagian selatan Vietnam. Bánh cam sangat mirip dengan onde-onde khas Indonesia, baik dari segi penampilan maupun isinya. Makanan penutup ini terbuat dari beras ketan yang diisi dengan kacang hijau yang manis, lalu dibalut dengan lapisan luar yang dilapisi dengan biji wijen putih. Secara harfiah, bánh cam berarti kue jeruk, meskipun nama ini tidak merujuk pada jeruk secara langsung, melainkan karena bentuknya yang menyerupai buah jeruk saat digoreng.

Adonan kulit luar bánh cam terbuat dari campuran berbagai jenis tepung, termasuk tepung beras ketan, tepung beras, tepung kentang, dan baking powder. Tepung beras ketan memberikan tekstur kenyal seperti mochi Jepang pada onde-onde Vietnam ini, sementara tepung beras dan tepung kentang memberikan kulit luar yang renyah saat digoreng.

Isian tradisional dari bánh cam terbuat dari kacang hijau yang telah direbus atau dikukus, lalu dihaluskan menjadi pasta yang homogen. Pasta kacang hijau tersebut dicampur dengan gula, dan terkadang juga dicampur dengan kelapa parut segar. Di beberapa variasi masakan Asia lainnya, selain pasta kacang hijau, Anda juga bisa menemukan pasta kacang merah atau pasta biji teratai sebagai isian untuk bánh cam.

Adonan bánh cam dibentuk menjadi bulatan yang menyerupai jeruk dengan ukuran yang pas di telapak tangan Anda. Bulatan ini kemudian dilapisi dengan biji wijen dan digoreng hingga berwarna keemasan. Bánh cam memiliki rasa yang sedikit manis dari kacang hijau, dengan tekstur kulit luar yang renyah dan kenyal, serta bagian dalam yang berongga.

Isian bánh cam terkadang dapat terdengar saat diguncang. Anda dapat menikmati Bánh cam ini sebagai camilan sehat atau sarapan manis yang cepat saat berpergian. Makanan penutup ini merupakan favorit dan dapat ditemukan di berbagai penjual makanan ringan, serta kadang-kadang menjadi bagian dari sajian Dim Sum.

Di Vietnam, penduduk setempat sering kali membeli lebih dari satu Bánh cam. Dengan ukuran yang relatif besar, mereka membelinya untuk memuaskan hasrat akan makanan penutup. Anda dapat menikmati onde-onde Vietnam ini bersama dengan secangkir kopi atau teh untuk camilan yang lebih nikmat.

Bánh Pía – Camilan Vietnam yang Mirip dengan Bakpia

9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia - Bánh Pía
9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia – Bánh Pía

Mendengar kata “Bánh Pía” mungkin akan membuat Anda teringat pada salah satu makanan khas Jogja, yaitu Bakpia. Bánh Pía, kadang-kadang dieja sebagai Bánh Pía, adalah jenis kue dari Vietnam yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “kue” atau “roti”. Camilan ini memiliki kemiripan dengan Bakpia yang berasal dari Yogyakarta, Indonesia.

Bánh Pía adalah camilan yang memiliki asal usul dalam masakan Teochew dan merupakan variasi dari kue bulan gaya Suzhou. Nama “banh pia” diambil dari kata Teochew yang berarti “kue”. Camilan ini memiliki berbagai sebutan di berbagai wilayah Vietnam; misalnya, di Saigon, dikenal dengan nama “bánh bía,” sementara di Sóc Trăng dan Vũng Thơm lebih akrab dengan nama “banh pía.” Di Vietnam, camilan ini juga kadang-kadang disebut “bánh lột da,” yang berarti “kue serpih kupas.”

Secara dasar, Bánh Pía lebih mirip dengan Bakpia daripada kue bulan gaya Cina. Pembuatannya melibatkan setidaknya dua jenis adonan (satu berbasis air, satu berbasis minyak) yang dilipat dan dipadatkan bersama, mirip dengan metode pembuatan puff pastry. Kemudian, Bánh Pía dipanggang hingga membentuk lapisan luar yang tipis yang melapisi bagian dalam yang kenyal dan padat.

Isian Bánh Pía bervariasi, termasuk durian, pasta kacang hijau, kelapa, talas, kuning telur asin, dan lemak babi cincang. Ini merupakan hasil dari pengaruh budaya Cina dan Vietnam yang menggabungkan berbagai jenis isian, seperti lemak babi cincang dengan rasa durian yang khas. Isian lainnya bisa termasuk rasa gurih dan manis dari kelapa yang menyertai talas atau pasta kacang hijau. Salah satu ciri khas dari Bánh Pía adalah penggunaan kuning telur asin sebagai isi, yang memberikan warna kuning cerah yang mencerminkan cahaya bulan purnama saat dipotong. Yang menarik, Bánh Pía juga memiliki kerak luar yang dapat dimakan dan bagian dalam yang lembut.

Baca Juga  6 Macam Olahan Beras Basmati: Kuliner Dari Beras Panjang

Bánh Tôm – Bakwan Udang ala Vietnam

9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia – Bánh Tôm

Bakwan udang yang renyah pasti akan menggugah selera Anda, bukan? Nah, di Vietnam, terdapat hidangan serupa yang dikenal dengan nama Bánh Tôm. Ini adalah salah satu makanan jalanan yang populer di Hanoi, Vietnam. Bánh Tôm juga sering disebut sebagai kue udang goreng West Lake, dan merupakan hidangan yang terbuat dari ubi jalar dan udang.

Bánh Tôm dibuat dengan menggabungkan ubi jalar yang telah diparut dengan adonan tepung. Bagian atas adonan Bánh Tôm kemudian diisi dengan udang air tawar utuh yang berasal dari Ho Tay (Danau Barat) di Hanoi. Kemudian, hidangan ini digoreng hingga matang. Hal yang unik adalah penggunaan udang utuh, termasuk kepala, cangkang, dan ekor udang dalam pembuatan Bánh Tôm.

Walau beberapa orang mungkin enggan untuk memakan seluruh bagian udang, namun sebenarnya itulah yang membuat hidangan ini istimewa. Cangkang udang memberikan tekstur renyah pada hidangan secara keseluruhan, sementara kepala udang menambah kerenyahan Bánh Tôm. Hidangan ini populer di seluruh Vietnam, meskipun udang yang digunakan mungkin tidak selalu berasal dari West Lake.

Bánh Tôm biasanya disajikan sebagai hidangan pembuka atau camilan, seringkali disertai dengan selada atau bahan lain yang digunakan untuk membungkusnya. Acar sayuran dan saus nước chấm juga biasanya disajikan sebagai pendamping. Cara menyantapnya adalah dengan mencelupkan Bánh Tôm yang telah dibungkus dengan selada ke dalam saus nước chấm. Hidangan ini sangat cocok disantap bersama bir, dan Bánh Tôm memiliki rasa yang manis dari ubi jalar yang dipadu dengan kerenyahan udang utuh.

Bún Chả – Makanan Mirip Bakso ala Vietnam

9 Makanan Khas Vietnam yang Mirip Dengan Makanan Indonesia – Bún Chả

Bún Chả adalah nama makanan Vietnam yang mirip dengan bakso di Indonesia. Ini terdiri dari daging babi berbentuk bulat dan mi panggang Vietnam, dan diperkirakan berasal dari Hanoi, Vietnam. Saat ini, Bún Chả sangat populer di Hanoi dan di seluruh Vietnam. Terdapat kesalahpahaman umum yang menyebutkan bahwa Bún Chả terkait dengan hidangan bihun di Vietnam Selatan yang disebut bún thịt nướng, namun keduanya adalah hidangan yang benar-benar berbeda dalam sejarah kuliner dan persepsi budaya.

Bún Chả bermakna “babi panggang berlemak” (chả), dan “bihun putih” (bún). Hidangan ini disajikan dengan daging babi panggang berlemak di atas sepiring bihun putih beserta rempah-rempah dan saus. Meskipun bahan-bahan sederhana seperti bihun dan daging babi digunakan, orang Vietnam menciptakan berbagai kombinasi rempah-rempah yang membuat Bún Chả terasa sangat lezat. Hidangan ini adalah bagian penting dari masakan sehari-hari di Vietnam dan merupakan salah satu makanan yang paling mengesankan dalam kuliner Vietnam.

Satu porsi Bún Chả berisi sepiring bihun dan semangkuk saus yang diisi dengan daging babi berbentuk bulat, serta irisan acar wortel dan pepaya hijau. Ada juga bahan lain seperti bawang putih cincang dan cabai yang menambahkan cita rasa makanan khas Vietnam pada hidangan ini. Berbeda dengan bakso, Bún Chả tidak disajikan dalam kuah.

Bagi penduduk setempat, Bún Chả selalu disajikan dengan aneka lalapan seperti selada, ketumbar, daun ketumbar, dan perilla. Biasanya, Bún Chả disantap dengan cara menambahkan bumbu-bumbu ke dalam mangkuk Anda. Anda juga bisa menyantapnya dengan merendam bihun ke dalam semangkuk saus celup, atau menggabungkannya semua dalam mangkuk secara terpisah. Satu hal menarik adalah penduduk setempat sering memesan secangkir es teh saat menikmati Bún Chả di luar.

Di Hanoi, Bún Chả adalah hidangan makan siang yang sangat populer. Ini adalah ciri khas dari budaya kuliner Hanoi, meskipun hidangan ini juga bisa ditemukan di malam hari. Makanan Vietnam ini pasti akan menggugah selera Anda, terutama jika Anda penggemar bakso Indonesia. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencicipinya?